Samuderamanthana, Jadi Perhatian Para Pengunjung Museum Trowulan
![]() |
| Samuderamanthana. |
Saat masuk ke Museum Trowulan di bagian Benda - benda Peninggalan Majapahit, benda ini membuat pengunjung berhenti dan berfoto didepannya.
Samuderamanthana merupakan miniatur bangunan candi, dimana terdapat relief cerita Hindu mengenai pencarian air kehidupan (Amerta).
Diceritakan bahwa saat itu dunia hanya dihuni oleh dewa dan raksasa. Dewa Brahma kwawatir jika suatu saat dunia dikuasai kejahatan, hal ini dikarenakan jumlah raksasa lebih banyak.
Para Dewa kemudian rapat dan memutuskan melakukan pengadukan samudera dan menghasilkan Amerta.
Sebagai pengadukannya digunakan gunung Mandara dengan Alas kura - kura jelmaan Dewa Wisnu, sementara Dewa Basuki menjelma menjadi ular yang sangat panjang dan membelit gunung.
Para Dewa dan raksasa bergantian menarik ular yang sangat panjang dan membelit gunung.
Setelah melalui banyak rintangan, akhirnya dari dalam samudera ksira (Ksira Arnawa = Lautan Susu) keluarlah Ardhacandra, Dewi Sura, Dewi Laksmi, Dewi Sri, Ucchaisravara dan Dewa Dhanwantari dengan membawa guci Amerta, namun guci tersebut jatuh ke tangan para raksasa.
Untuk merebutnya, Dewa Brahma menjelma menjadi Bidadaru cantik dan kemudian berhasil menggoda para raksasa sampai akhirnya guci Amerta dapat direbut kembali.
• sumber : ket. di museum trowulan




